Toko Kecilnya Dibakar Dan Tertembak, Bisnis Henry Sy Sukses Raup 280 Trilyun..

Bohong rasanya kalau kita tidak kagum dengan cerita kesuksesan seseorang yang merintis sebuah usaha dari nol. kisah ini milik seorang Henry Sy yang menghadapi berbagai tantangan zaman yang ekstrem tapi tidak membuat dia menyerah.

sumber gambar :  ABS CBN News

Henry Sy tidak lahir dalam keluarga kaya. Karena ingin lepas dari kemiskinan, Henry mengikuti ayahnya ke Filipina saat berumur 12 tahun dan bertekad untuk menjadi sukses. Henry bekerja keras siang dan malam lebih dari 13 jam untuk memenuhi kebutuhannya. Dia memulai bisnis toko kelontong kecil bersama ayahnya.

saat perang Dunia ke II pecah, tokonya dijarah dan dibakar. Sy bahkan ditinggal Ayahnya kembali ke Tiongkok saat itu, tetapi dia memilih tetap tinggal di Filipina meski harus berjualan di jalanan untuk menghidupi dirinya sendiri. Dengan kondisi sang ayah tak lagi di sisinya tentu Sy mengalami banyak kesulitan. apalagi saaat ia terkena peluru nyasar di jalanan dan hampir mati kehabisan darah. Untungnya, dia segera dibawa ke rumah sakit oleh teman baiknya, sehingga tertangani dengan cepat.

Untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, setelah perang dia menjadikan temannya partner dalam usaha ritel sepatu yang coba ia rintis. karena berkembang pesat, Sy membuka cabang-cabang baru, tapi usahnya ini terkendala oleh pasokan bahan sepatu yang terbatas, sehingga ia juga bejualan produk yang sudah jadi seperti pakaian dan jenis lainnya.

Terus belajar dari lingkungannya, Sy mencoba mengembangkan rantai bisnisnya agar bisa lebih luas lagi. Ia mencoba membuka sebuah department store, tapi gelombang tantangan tak membiarkan nya semudah itu. saat ia mencoba menaikan kelasnya, kondisi tahun 1972, di masa tengah terjadi darurat militer di Filipina. keadaan semakin sulit dan kegiatan ekonomipun turun derastis, terutama dengan utang Filipina yang ikut menekan hingga terjadinya pembunuhan Ninoy Acquino seorang tokoh kritikus pada waktu itu.

Dalam waktu yang berdekatan, perusahaan sepatunya Shoemart, menghadapi pemberhentian produksi karena krisis bahan baku. Sy hampir saja menyerah, beruntung karyawan dan pelanggannya terus mendorong dia untuk bertahan. Sejak saat itu, dia pun semakin bertekad melanjutkan bisnis yang sudah ada.

Berkat kesabaran, kerjakeras dan menolak untuk menyerah, Henry Sy menjadi orang terkaya di Filipina dengan total kekayaan lenih dari 280 trilyun rupiah. Sebuah pencapaian yang penuh dengan perjuangan panjang dengan banyak cerita.

Jasa Desain Karawang (Logo, Desain Kemasan, Catalog, brosur dll)
Hubungi:
Call/ SMS/ Whatsapp: 0878-8438-0220
Line: kebundesign
Portofolio bisa dilihat lebih mudah di Instagram Kebun Design

SHARE